RISALAH DISKUSI “SURAMADU SETELAH 2009”

RISALAH DISKUSI “SURAMADU SETELAH 2009”

AGENDA KEGIATAN, Berita IAP No Comments on RISALAH DISKUSI “SURAMADU SETELAH 2009”

RISALAH DISKUSI

Ikatan Ahli perencana ( IAP ) jawa timur

“SURAMADU SETELAH 2009”

Telaah peran Jembatan Suramadu pada perkembangan wilayahdi pulau madura

Tanggal 10 Juni 2009 pada Tahun 2009 merupakan hari baru bagi masyarakat Madura pada umumnya dan khususnya masyarakat Kabupaten Bangkalan , karena pada hari tersebut mimpi indah yang di idamkan selama berpuluh tahun akhirnya menjadi kenyataan . Jembatan Suramadu yang di angankan sebagai mantra yang dapat menghapus ketertinggalan wilayah Surabaya – Bangkalan akhirnya di resmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono. Peresmian Jembatan suramadu ini sebenarnya merupakan waktu yang tepat bagi realisasi perencanaan pembangunan yang telah di rencanakan oleh Pemprop Jawa Timur , Pemkab Bangkalan maupun oleh Pemerintah Pusat . Sebuah Mimpi yang telah dibangun dalam bentuk dokumen tata ruang yang telah disusun beberapa tahun sebelumnya

Pemerintah Kabupaten Bangkalan misalnya dalam RTRW kabupaten Bangkalan yang di susun sejak tahun 2007 telah menetapkan beberapa kawasan strategis di sekitar kawasan kaki jembatan suramadu. Yang tujuan nya adalah untuk dapat memanfaatkan peningkatan derajat aksesbilitas pada wilayah sekitar kawasan jembatan ini menjadi kutub pertumbuhan baru bagi pengembangan wilayah Kabupaten Bangkalan. Tidak hanya itu Perencanaan pengembangan wilayah peripheral seperti kawasan MISC di Kecamatan Socah tapi juga pengembangan sarana prasarana jalan sirip atau pengembangan terminal regional baru yang diharapkan menjadi suar baru pembangunan Kabupaten ini.

Slide1

Begitu juga halnya dengan Pemerintah propinsi Jawa Timur sejak tahun 2006 Pemerintah Propinsi Jawa Timur telah mengidentifikasi bahwa kawasan kaki jembatan suramadu akan berkembang dengan pesat nya dan menerbitkan Peraturan Gubernur no. 6 Tahun 2006 tentang kawasan pengendalian ketat yang menentukan salah satu Kawasan pengendalian ketat di propinsi ini terdapat di kawasan ini. Selain itu juga terdapat beberapa perencanaan tata ruang baik yang dikeluarkan Bappeprov Jawa Timur dan Dinas PU Jawa Timur saat itu untuk menata kawasan ini menjadi kawasan yang berkembang cepat

Slide2

Hal ini juga dilakukan oleh Pememrintah Pusat melalui Peraturan Presiden Nomor 23  Tahun  2009  tentang  Penyempurnaan  Peraturan  Presiden  Nomor  27  Tahun  2008  tentang Pembentukan Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS) yang memberikan legitimasi bagi Badan ini untuk menjadi lembaga yang dapat mewujudkan mimpi ini dikawasan ini. Realisasi mimpi ini dimulai dengan Perencanaan RIPS dan RDTR Kawasan KKJS Sisi madura di tahun 2008 yang dilanjutkan di tahun 2010 hingga akhirnya rampung di tahun 2011. Dengan merencanakan Pengembangan kawasan kaki jembatan suramadu yang mencakup beberapa kawasan yaitu Kawasan Kaki Jembatan Sisi (KKJS) Surabaya (600 Ha), Kawasan Kaki  Jembatan Sisi  (KKJS) Madura  (600 Ha) dan kawasan khusus di Utara Pulau Madura (600 Ha). Kawasan Kaki Jembatan Sisi Surabaya (KKJSS) dan Kawasan Kaki Jembatan Sisi Madura (KKJSM)  dikembangkan  untuk mendorong  perkembangan ekonomi wilayah melalui pengembangan kawasan industry komersial dan pemukiman baru ,  sedangkan  kawasan khusus Madura di Utara Pulau Madura untuk pengembangan kawasan Pelabuhan Peti Kemas.

 Slide3

Seiring dengan waktu berlalu setelah perencanaan yang di susun oleh pemerintah Kabupaten hingga BPWS telah ada dan mulai akan di implementasikan pada tahun 2011 , permasalahan – permasalahan mulai mucul. Permasalahan awal yang krusial dan menjadi hambatan utama adalah proses pembebasan lahan untuk implementasi perencanaan kawasan ini yang akan dilakukan oleh BPWS. Diawali dengan upaya pembebasan lahan untuk pengembangan rest area dan Masjid kawasan Suramadu hingga pengembangan kawasan lain nya. Kawasan Kaki Jembatan suramadu sisi Madura yang akan dikembangkan menjadi wilayah otorita ini tidak dapat terealisasi hingga saat ini . Hal ini juga terjadi pada implementasi perencanaan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah propinsi maupun Pemerintah kabupaten. Hingga Tahun 2015 belum ada perkembangan signifikan yang terjadi pada kawasan kaki jembatan suramadu maupun rencana lokasi pusat pertumbuhan dengan berbagai latar belakang permasalahan yang menghalanginya.

Bertolak dari hal diatas maka dapat di simpulkan terdapat beberapa permasalahan yang terjadi pada tindak lanjut pengembangan wilayah pasca pembangunan jembatan suramadu di tahun 2009. Permasalahan – permasalahan tersebut dapat di simpulkan antara lain adalah :

  1. Stagnasi perkembangan wilayah yang di targetkan akan terjadi dan terealisir pasca pembangunan jembatan suramadu
  2. Teridentifikasi nya ada celah yang besar antara kajian perencanaan pengembangan wilayah pasca jembatan suramadu dan proses implikasi rencana tersebut
  3. Timbulnya hambatan – hambatan yang umumnya bersifat non teknis perencanaan terjadi terutama dalam proses inisiasi awal implementasi perencanaan pembangunan
  4. Bagaimana solusi mengatasi permasalahan ini terutama terkait stagnasi program pembangunan Pulau Madura pasca pembanguna jembatan Suramadu

Permasalahan – permasalahan diatas tentunya bukan hal yang positif bagi proses perkembangan wilayah di Pulau Madura. Dan Ikatan Ahli Perencanaan ( IAP ) Jawa Timur sebagai komunitas perencana pembangunan kota dan wilayah yang tentunya menyaksikan bahkan anggota di dalamnya ada yang terlibat langsung dengan fakta ini tentu nya memiliki kewajiban untuk menelaah kembali pembangunan jembatan ini dan kawasan nya . Inilah yang menjadi titik awal kebutuhan adanya diskusi in dengan mencoba menghadirkan stakeholder – stakeholder utama pembangunan di KKJS dan mencoba mengurai permasalahan dan pertanyaan – pertanyaan yang terkeit dengan pembangunan kawasan ini sebagai motor utama perkembangan wilayah pulau Madura

apa yang salah dengan pembangunan jembatan suramadu sebagai katalisator pembangunan pulau Madura…

apa yang salah dengan Jembatan ini sebagai realtor mimpi-mimpi masyarakat Madura …

quo vadis Suramadu…

Bertolak dari pertanyaan dan kondisi diatas ,maka focus narasi untuk Narasumber yang menjadi pembicara utama dalam diskusi Madura setelah 2009  ini antara lain adalah

Presentation2

dialog

Author

Related Articles

Leave a comment

Back to Top