Prinsip-Prinsip Pengembangan Kawasan Industri

Prinsip-Prinsip Pengembangan Kawasan Industri

Artikel Ilmiah No Comments on Prinsip-Prinsip Pengembangan Kawasan Industri

Prinsip-Prinsip Pengembangan Kawasan Industri

Pengembangan kawasan industri sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Menteri Perndustrian Nomor 35 tahun 2010, maka perlu memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut :

indexcourtesy: finance.detik

  1. Kesesuaian Tata Ruang, pemilihan, penetapan dan penggunaan lahan untuk kawasan industri harus sesuai dan mengacu kepada ketentuan yang ditetapkan oleh Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota yang bersangkutan, Rencana Tata Ruang Wilaya-Provinsi”, maupun Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. Kesesuaian tata ruang merupakan landasan pokok bagi pengembangan kawasan industri yang akan menjamin kepastian pelaksanaan pembangunannya.
  2. Ketersediaan Prasarana dan Sarana Pengembangan suatu kawasan industri mempersyaratkan dukungan ketersediaan prasarana dan sarana yang memadai. Oleh karena itu, dalam upaya mengembangkan suatu kawasan industri perlu mempertimbangkan faktor-faktor yang terkait dengan penyediaan prasarana dan sarana, seperti :
  • Tersedianya akses jalan yang dapat memenuhi kelancaran arus transportasi kegiatan industri;
  • Tersedianya energi (gas, listrik) yang mampu memenuhi kebutuhan kegiatan industri baik dalam hal ketersediaan, kualitas, kuantitas dan kepastian pasokan;
  • Tersedianya sumber air sebagai air baku industri baik yang bersumber dari air permukaan, PDAM, air tanah dalam; dengan prioritas utama yang berasal dari air permukaan yang dikelola oleh Perusahaan Kawasan Industri (Water Treatment Plant);
  • Tersedianya sistem dan jaringan telekomunikasi untuk kebutuhan telepon dan komunikasi data;
  • Tersedianya fasilitas penunjang lainnya seperti kantor pengelola, unit pemadam kebakaran, bank, kantor pos, poliklinik, kantin, sarana ibadah, perumahan karyawan industri, pos keamanan, sarana olahraga/ kesegaran jasmani, halte angkutan umum, dan sarana penunjang lainnya sesuai dengan kebutuhan

3. Ramah Lingkungan, dalam pengembangan kawasan industri, pengelola kawasan industri wajib melaksanakan pengendalian dan pengelolaan lingkungan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, dimana kawasan industri wajib dilengkapi dengan dokumen Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), yaitu kajian mengenai dampak suatu kegiatan terhadap lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/ atau

AMDAL merupakan perangkat kebijakan yang dipersiapkan untuk mengurangi dampak lingkungan suatu kegiatan sejak tahap perencanaan kegiatan, bila tidak sesuai dengan daya dukung lingkungan, maka keputusan dan rencana kegiatan harus diubah.

Fungsi AMDAL adalah untuk :

  • Memberi masukan dalam pengambilan keputusan,
  • Memberi pedoman upaya pencegahan, pengendalian dan pemantauan dampak lingkungan hidup.
  • Memberikan informasi dan data bagi perencanaan pembangunan suatu wilayah.

Sedangkan manfaat AMDAL adalah untuk :

  • Mengetahui sejak awal dampak positif dan negatif akibat kegiatan proyek,
  • Menjamin aspek keberlanjutan proyek pembangunan,
  • Menghemat pengunaan sumber daya alam
  • Kemudahan dalam memperoleh kredit bank.

4. Efisiensi

Aspek efisiensi rnerupakan landasan pokok dalam pengembangan kawasan industri. Bagi pengguna kaveling (user) akan mendapatkan lokasi kegiatan industri yang sudah tertata dengan baik dimana terdapat beberapa keuntungan seperti bantuan proses/ perijinan, ketersediaan prasarana dan sarana. Sedangkan bagi pemerintah daerah akan menjadi lebih efisien dalam perencanaan pembangunan prasarana ‘yang mendukung dalam pengembangan kawasan industri

5. Keamanan dan Kenyamanan Berusaha,

Situasi dan kondisi keamanan yang stabil merupakan salah satu jaminan bagi keberlangsungan kegiatan kawasan industri. Untuk itu diperlukan adanya jaminan keamanan dan kenyamanan berusaha dari gangguan keamanan seperti gangguan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tindakan anarkis dan gangguan lainnya terhadap kegiatan industri. Dalam menciptakan keamanan dan kenyamanan berusaha, Pengelola Kawasan Industri dapat bekerjasama dengan Pemerintah Daerah setempat dan/atau pihak keamanan. Apabila dipandang perlu, pemerintah dapat menetapkan suatu Kawasan Industri sebagai objek vital untuk mendapatkan perlakuan khusus Faktor keselamatan merupakan aspek yang tidak dapat diabaikan dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan kawasan industri, sehingga perlu memperhatikan hal-hal yang menyangkut Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) dan menerapkan prinsip-prinsip keselamatan kerja yang berlaku.

Author

Related Articles

Leave a comment

Back to Top