BKPM Usulkan RTRW Dapat Direvisi Satu Kali Dalam Lima Tahun

BKPM Usulkan RTRW Dapat Direvisi Satu Kali Dalam Lima Tahun

Angga Bratadharma

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengusulkan kepada Menko Perekonomian Sofyan Djalil selaku Ketua Badan Koordinasi Penataan Ruang Nasional (BKPRN) agar pemerintah memberikan penegasan ketentuan bahwa pemerintah dapat melakukan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebanyak satu kali dalam lima tahun.

kepala bkpmKepala BKPM Franky Sibarani

Menurut Kepala BKPM Franky Sibarani, penegasan ini diperlukan sebagai pedoman bagi gubernur/bupati/wali kota dalam melaksanakan ketentuan UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang dan PP No 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang.

“BKPM melihat penegasan tafsir ini sangat penting untuk mengatasi potensi hambatan investasi. Berbagai program prioritas pemerintah saat ini banyak yang terbentur RTRW yang disusun jauh sebelumnya, seperti program pengembangan Kawasan Industri dan Kawasan Ekonomi Khusus,” ungkap Franky, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Minggu (5/7/2015).

BKPM mencatat sepanjang periode Desember 2014-April 2015, terdapat sembilan proyek investasi senilai Rp10,11 triliun yang terhambat karena persoalan RTRW. Kesembilan proyek tersebut sedang dalam proses fasilitasi BKPM. Menurut Franky, hambatan investasi terkait RTRW adalah persoalan tumpang tindih lahan.

“Untuk daerah-daerah yang belum memiliki RTRW, persoalan tumpang tindih lahan ini tidak bisa terselesaikan sehingga proyek investasi tidak dapat berjalan,” tutup Franky.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Dumai, Provinsi Riau, menyatakan keluhannya tentang hilangnya potensi investasi di Dumai sebesar Rp20 triliun karena persoalan RTRW Provinsi Riau yang tak kunjung usai. Salah satu investor yang akan menanamkan modalnya di Dumai dan sedang difasilitasi BKPM bergerak di sektor industri kimia dengan rencana investasi senilai Rp748 miliar.
(ABD)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *