BI: Infrastruktur Jadi Penopang Ekonomi Indonesia

BI: Infrastruktur Jadi Penopang Ekonomi Indonesia

Berita Tata Ruang, NEWS No Comments on BI: Infrastruktur Jadi Penopang Ekonomi Indonesia

BI: Infrastruktur Jadi Penopang Ekonomi Indonesia

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (tengah) berbincang dengan Deputi Gubernur Senior Mirza Adityaswara (kiri) dan Deputi Gubernur Ronald Waas (kanan) usai Rapat Dewan Gubernur di Gedung Bank Indonesia, Selasa (18/8).Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (tengah) berbincang dengan Deputi Gubernur Senior Mirza Adityaswara (kiri) dan Deputi Gubernur Ronald Waas (kanan) usai Rapat Dewan Gubernur di Gedung Bank Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA–Bank Indonesia menyatakan perlu ada upaya untuk melakukan reformasi ekonomi dalam rangka memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Gubernur Bank Indonesia Agus D.W Martowardojo mengatakan di tengah kondisi perekonomian global saat ini dibutuhkan pembangunan infrastruktur sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi sebuah negara.

Salah satu bentuk tantangan perekonomian di Indonesia yakni sulitnya mendapatkan pembiayaan guna mengatasi celah pembiayaan infrastruktur atau infrastructure gap.

“Permasalahan utama dalam pembangunan, khususnya di tengah gejolak ekonomi saat ini, adalah soal pembiayaan infrastruktur. Di kawasan Asia, pembangunan infrastruktur dianggap sebagai salah satu kunci peningkatan pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan,” ujarnya saat Konferensi Internasional BI-IMF di Gedung BI, Rabu (2/9/2015).
Pemerintah, lanjutnya, perlu untuk mencari upaya untuk mencari bentuk pembiayaan pembangunan infrastruktur tersebut.

Hal ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam membangun infrastruktur dan konektivitas antarpulau.
Dia menuturkan sumber pendanaan yang dapat dilakukan untuk membiayai pembangunan infrastruktur di Indonesia yakni melalui

“Tiga sumber pendaanaan untuk pembiayaan ini dilakukan untuk memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Agus.

Pemerintah Indonesia pun telah mengalokasikan anggaran infrastruktur pada tahun ini senilai Rp290 triliun dan meningkat menjadi Rp313,5 triliun dalam RAPBN 2016.

Pemerintah Indonesia, lanjutnya, memiliki fokus pada pembangunan infrastruktur di bidang kemaritiman dan infrastruktur berbasis rel.

Hal itu dilakukan untuk mengurangi biaya logistik serta meningkatkan daya saing produk Indonesia.

“Dalam lima tahun ke depan, pemerintah akan membangun 5.000 kilometer (km) jalur rel, sepanjang 2.600 Km jalan tol, 46 DAM, sebanyak 24 pelabuhan dan pembangkit listrik berkapasitas 35.000 Megawatt,” tuturnya.

Agus menambahkan Indonesia telah melakukan reformasi dengan menghapus subsidi bahan bakar minyak (BBM).

Dari reformasi subsidi BBM tersebut pemerintah punya ruang fiskal sampai US$19 miliar yang digunakan untuk membangun infrastruktur, kesejahteraan masyarakat, dan kegiatan produktif lainnya.

“Dengan dicabutnya BBM, maka pemerintah memiliki ruang fiskal untuk dialokasikan ke sektor lain. Seperti pembangunan infrastruktur dan memberikan insentif untuk mendorong investasi di dalam negeri. Ini akan memberi multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi Negara ini,” terang Agus.

Selain pembangunan infrastruktur, tambahnya, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia juga dilakukan dengan menjaga daya beli masyarakat.

“Daya beli masyarakat ini harus dijaga sebagai penopang ekonomi. Kalau daya beli masyarakat ini turun ekonomi juga terdampak,” ujarnya.

Author

Related Articles

Leave a comment

Back to Top