DISKUSI IAP “Refleksi Perencanaan Tata Ruang di Indonesia”

DISKUSI IAP “Refleksi Perencanaan Tata Ruang di Indonesia”

(Agenda) Tahun 2015 telah berlalu. Saatnya merefleksi diri pada bidang yang kita cintai ini, tata ruang. Bila di tahun 2015 terjadi perubahan nomenklatur di sejumlah kementrian yang berhubungan dengan tata ruang. Maka Tahun 2016 ini tantangannya adalah era Pasar bebas dengan bingkai Masyarakat Ekonomi ASEAN yang mulai bergulir pada 2015 yang semakin terbuka lebar. Bagaimana profesi planner kedepannya? Bagaimana menghadapi masalah-masalah yang timbul terkait tata ruang selama ini? Mengawali tahun 2016, IAP Jatim kembali akan menyelenggarakan kegiatan Diskusi Rutin. DISKUSI IAP JATIM . Mengundang Bapak, Ibu, kawan-kawan semua untuk hadir dan berdiskusi dalam agenda Diskusi Rutin IAP Jatim Tema: "Refleksi...
Gubernur Jatim Usulkan Penghapusan Tarif Tol di Suramadu

Gubernur Jatim Usulkan Penghapusan Tarif Tol di Suramadu

SURABAYA, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, mengusulkan penghapusan tarif untuk seluruh jenis kendaraan yang melintas di tol Surabaya-Madura (Suramadu).Usulan itu disampaikan untuk menekan biaya distribusi barang khususnya produk asal Madura yang akan dikirim ke daerah lain. "Usulannya sudah saya kirim ke Presiden Jokowi melalui Menteri Sekretariat Negara sejak November lalu. Informasinya ada lampu hijau, tapi belum resmi," katanya, Selasa (5/1/2015). Usulan itu sebenarnya sudah disampaikan sebelum pemerintah membebaskan tarif masuk kendaraan roda dua di Tol Suramadu. "Mungkin roda dua dulu, baru kendaraan roda empat dan sejenisnya," lanjut Soekarwo. Dibebaskannya tarif tol roda empat, kata dia, agar produk Jawa Timur,...
Sudah Siapkah Madura Menjadi Provinsi?

Sudah Siapkah Madura Menjadi Provinsi?

MADURA, KOMPAS.com — Angan-angan Madura untuk memisahkan diri dari Provinsi Jawa Timur, menjadi provinsi sendiri, terlihat masih memiliki tantangan berat.Sektor ekonomi empat kabupaten di Madura, masing-masing Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, dan Kabupaten Sumenep, masih jauh jika dibandingkan dengan daerah-daerah lain.Empat kabupaten ini pada tahun 2014 hanya memperoleh pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 532 miliar. Rincian PAD tahun 2014 masing-masing kabupaten, yakni Kabupaten Sumenep Rp 166 miliar, Kabupaten Pamekasan Rp 125 miliar, Kabupaten Sampang Rp 121 miliar, dan Kabupaten Bangkalan Rp 120 miliar. PAD empat kabupaten ini, contohnya, belum bisa setara Kabupaten Sidoarjo tahun 2014 yang sebesar Rp 800...
Materi Pembekalan Sertifikasi Anggota IAP JATIM

Materi Pembekalan Sertifikasi Anggota IAP JATIM

Materi Pembekalan Sertifikasi Anggota IAP JATIM-Gelombang II,2015 Akhir November lalu, tepatnya tanggal 28 November 2015, IAP Jatim kembali menyelenggarakan Sertifikasi Anggota IAP Jatim. Pada event ini diikuti 28 peserta dengan klasifikasi muda dan madya. Adapun dalam pembekalan kali ini diisi oleh nara sumber yang tidak asing dibidangnya, antara lain: Bapak Ir. Juniar Ilham Bapak Prof.Ir. Roos Akbar, Msc.Phd Bapak DR.Ir Agus Dwi Wicaksono, LRR Bapak DR.Ir. Ibnu Sasongko MT Bapak Adjie Pamungkas, ST, M.Dev,Plg. PhD Dan, sebagaimana yang telah diungkapkan panitia penyelenggara, bahwa materi akan di upload di website ini, maka berikut kami berikan link unduhan:   Materi oleh: Bapak...
Sertifikasi IAP Gelombang II-Susunan Acara

Sertifikasi IAP Gelombang II-Susunan Acara

Sertifikasi IAP Gelombang II-Susunan Acara Menjelang akhir tahun, IAP Jatim kembali mengadakan Acara Sertifikasi Calon Anggota IAP Jawa Timur. Acara ini merupakan kali kedua yang diselenggarakan oleh IAP Jatim pada tahin 2015 ini, setelah sebelumnya terlaksana pada Bulan April di Universitas Brawijaya, Malang. Hal ini merupakan kabar menggembirakan untuk Anda yang sudah mendaftar beberapa waktu lalu, baik tingkat Muda maupun MAdya. Susunan Acara Sertifikasi Calon Anggota IAP Jawa Timur yang rencananya akan dilaksanakan di PWK ITS, 28 November 2015, secara lengkap dapat Anda lihat sebagai berikut:
Urbanisasi, dari Masalah Jadi Peluang

Urbanisasi, dari Masalah Jadi Peluang

  Urbanisasi atau perpindahan penduduk dari desa ke kota merupakan fenomena tersendiri dalam beberapa dekade belakangan. Kecenderungan ini juga terjadi di berbagai belahan dunia. Diperkirakan saat ini 50 persen warga Indonesia tinggal di perkotaan. Ke depan, arus urbanisasi yang cepat diprediksi akan menyebabkan warga dunia yang tinggal di perkotaan akan mencapai 70 persen di tahun 2050. Arus urbanisasi yang begitu cepat dalam jumlah begitu besar, jika tidak diantisipasi secara arif dari awal, akan menyebabkan sejumlah persoalan. Terutama pada degradasi kualitas hidup masyarakat perkotaan, khususnya dari aspek permukiman, ketersediaan air bersih, pasokan energi, dan lingkungan. Demikian fakta yang terungkap dalam Asia...