Apa dan siapa IAP?

Apa dan siapa IAP?

iap No Comments on Apa dan siapa IAP?

Apa dan siapa IAP?

IAP merupakan organisasi profesi , wadah tunggal berhimpunnya segenap ahli perencanaan wilayah dan kota di Indonesia.

Menilik sejarahnya, yaitu sekitar tahun 70an kalangan profesi di Indonesia berbenah. Perencana kota salah satunya. Sehingga pada tanggal 13 April 1971 di jakarta terbentuklah IAP yang pada saat itu bersingkatan Ikatan Ahli Perancang (Bukan Perencana). IAP ini diprakarsai oleh alumni ITB angkatan pertama, antara lain Djoko Sujarto dan Tubagus M. Rais.

iap

Dalam AD/ART sebagaimana dilansir pada sumber ini ditegaskan, IAP berasaskan Pancasila. Misi IAP sebagai wadah tunggal ahli perencanaan wilayah dan kota di Indonesia tercermin dari tujuan pendiriannya, yaitu 1) mengembangkan keahlian perencanaan wilayah dan kota dan 2) meningkatkan mutu, kesejahteraan, persatuan dan kesatuan ahli perencanaaan wilayah dan kota di Indonesia. IAP berfungsi sebagai wadah pembinaan, komunikasi, konsultasi dan koordinasi antarahli perencanaan wilayah dan kota, juga antara ahli perencanaan wilayah dan kota dengan ahli lainnya, lembaga masyarakat, swasta, pemerintah dan internasional. Juga, sebagai wadah untuk melindungi kepentingan masyarakat luas.

 Ada pun tugas IAP adalah:

  1. Meningkatkan peran perencana wilayah dan kota dalam pembangunan nasional, khususnya pembangunan wilayah dan kota;
  2. Meningkatkan kemampuan profesional dan kesejahteraan anggota;
  3. Mengembangkan bidang pengembangan wilayah dan kota sebagai ilmu dan teknik terapan;
  4. Membina hubungan dan kerjasama harmonis antara perencana wilayah dan kota dengan ahli lainnya, lembaga masyarakat, swasta, pemerintah dan internasional;
  5. Melaksanakan berbagai kegiatan lain dalam bentuk pelayanan teknis, advokasi dan konsultasi seta pelatihan dan pemanfaatan teknologi.

Seiring dengan waktu dan komitmen untuk membesarkan organisasi dan eksistensi, IAP kini telah memiliki 18 cabang di seluruh Indonesia sebagai berikut:

  • Pengurus Pusat IAP)
  • Pengurus Cabang IAP Jawa Barat
  • Pengurus Cabang IAP Jawa Tengah
  • Pengurus Cabang IAP DI Yogyakarta
  • Pengurus Cabang IAP Jawa Timur
  • Pengurus Cabang IAP Sumatera Utara
  • Pengurus Cabang IAP Sumatera Selatan
  • Pengurus Cabang IAP Riau
  • Pengurus Cabang IAP Sumatera Barat
  • Pengurus Cabang IAP Bengkulu
  • Pengurus Cabang IAP Bandar Lampung
  • Pengurus Cabang IAP Nanggroe Aceh Darusalam (NAD)
  • Pengurus Cabang IAP Sulawesi Utara
  • Pengurus Cabang IAP Sulawesi Selatan
  • Pengurus Cabang IAP Kalimantan Barat
  • Pengurus Cabang IAP Bali
  • Pengurus Cabang IAP Maluku
  • Pengurus Cabang IAP Nusa Tengara Barat

Keanggotan IAP terdiri dari anggota biasa, anggota kehormatan dan anggota bersertifikat. Sebagai lembaga profesi maka kewajiban IAP salah satunya adalah dengan melakukan pembinaan keahlian profesi anggota.Karenanya pada tahun 1994 terbentuk Badan Sertifikasi Perencana untuk melaksanakan sertifikasi anggota IAP melalui Program Sertifikasi IAP. Terdapat tiga jenjang keahlian perencana, yaitu ahli perencana muda, ahli perencana madya dan ahli perencana utama.

Kualifikasi seorang perencana ditentukan empat kriteria, yakni (i) pendidikan formal, (ii) pengalaman profesional, (iii) pendidikan menerus (continual education) dan (iv) promotor (certified planners) yang bertindak sebagai ‘guarantor’terhadap kompetensi profesional

anggota IAP. Program sertifikasi IAP hanya dapat di ikuti para profesional bidang perencanaan yang telah memperoleh status anggota biasa.

IAP kini dan masa yang akan datang

Organisasi IAP dilihat dari awal pembentukannya tentu sudah dikatakan cukup usia. Apakah kiprahnya sudah sesuai dengan usianya? Berproses. IAP terus berbenah memperbaiki diri untuk menjadi sebuah organisasi profesi yang solid. Itulah yang digadang-gadang oleh IAP kini. Seiring teredukasinya masyarakat akan kebutuhan ruang serta para pemangku kebijakan yang membutuhkan alat mengatur ruang untuk daerahnya, maka IAP dituntut untuk memberikan kontribusinya.

IAP harus mampu mewujudkan tujuan awal organisasi, serta mampu menjawab tantangan kondisi kekinian. Komitmen, kompetensi, eksistensi pun akhirnya menjadi ramuan yang tidak bisa dihindarkan guna perkembangan IAP di masa yang akan datang.

Refensi:

http://penataanruang.pu.go.id/taru/sejarah/BAB%209.1%20footer.pdf

Author

Related Articles

Back to Top